SMP N 1 Sragi Kab. Pekalongan

Beranda » Posts tagged 'smp 1 sragi'

Tag Archives: smp 1 sragi

Iklan

Kisi-Kisi, Kriteria Kelulusan, Dan Jadwal Ujian Nasional Tahun 2015

UN 2015Hingga saat ini pemerintah melalui Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) telah mengeluarkan 2 peraturan terkait pelaksanaan Ujian Nasional Tahun Pelajaran 2014/2015. Kedua peraturan itu adalah Peraturan BSNP Nomor 0027/P/BSNP/IX/2014 tentang Kisi-kisi Ujian Nasional serta Permendikbud Nomor 144 tahun 2014 tentang Kriteria Kelulusan Peserta Didik.

Terkait dengan kisi-kisi UN, agaknya tidak ada perubahan dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini dapat dipahami, tahun ini merupakan tahun terakhir penerapan kurikulum 2006 alias KTSP.

Sedangkan untuk Permendikbud yang terkait kriteria kelulusan peserta didik pun juga cenderung sama dengan tahun lalu. Permendikbud ini ditetapkan 14 Oktober lalu oleh Kemendikbud, dalam hal ini adalah Mohammad Nuh.

Kriteria Kelulusan Pesert Didik

Untuk kriteria kelulusan peserta didik pada UN 2015 nanti, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Pada pasal 2, peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan setelah: (a) menyelesaikan seluruh program pembelajaran, (b) memperoleh nilai minimal baik pada penilaian seluruh mata pelajaran, (c) lulus ujian sekolah/madrasah, dan (d) lulus ujian nasional.

Kriteria kelulusan peserta didik diperjelas lagi pada pasal 5 dan 6. Kelulusan peserta didik ditentukan berdasarkan Nilai Akhir (NA) yakni gabungan nilai sekolah dan nilai UN. Untuk tahun ini bobot nilai sekolah dan nilai UN adalah 50% berbanding 50%. Dengan kata lain bobot kedua nilai tersebut sama. Ini berbeda dengan bobot nilai tahun lalu. Tahun lalu perbandingan bobot nilai sekolah dan nilai UN adalah 40%:60% (Permendikbud 97 tahun 2013).

Nilai Sekolah (NS) berasal dari nilai rapor (NR) dan nilai ujian sekolah (US). Nilai rapor (NR) diberi bobot 70% setelah dirata-rata. Nilai rapor yang dirata-rata adalah nilai semester 1 s.d. semester 5 (SMP), dan semester 3 s.d. semester 5 (SMA/SMK). Sedangkan untuk nilai ujian sekolah (US) diberi bobot 30%.

Selain itu, ada persyaratan lain terkait dengan nilai minimal mata pelajaran. Pada pasal 6 dijelaskan, bahwa NA setiap mapel yang diujikan secara nasional (mapel UN) minimal 4,0 (empat koma nol). Sedangkan rata-rata NA semua mata pelajaran yang harus dicapai minimal 5,5 (lima koma lima).

Jadwal Pelaksanaan Ujian

Pada pasal 12 dan 13 disebutkan, bahwa ujian sekolah sudah harus dilaksanakan sebelum pelaksanaan UN. Nilai ujian sekolah (US) yang telah digabung dengan nilai rapor (NR) menjadi nilai sekolah (NS) harus sudah diterima oleh Pelaksana UN Tingkat Pusat selambat-lambatnya seminggu sebelum UN dilaksanakan.

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) sendiri memang belum dipastikan. Biasanya jadwal pastinya akan dikeluarkan melalui POS UN. Pada pasal 15 disebutkan, bahwa UN SMA/SMK akan dilaksanakan bulan April 2015 dan UN SMP pada bulai Mei 2015.

Untuk lebih jelas, kisi-kisi dan Permendikbud No. 144 tahun 2014 bisa diunduh dengan mengklik  SK-Kisi-Kisi-UN-Tahun-Pelajaran-2014-2015 dan Permendikbud-No-144-Tahun-2014 . Pembaca juga bisa mendownload langsung di situs BSNP

Iklan

Wawancara dengan Firliana Rosa Damayanti, Peraih Nilai UN Tertinggi SMP 1 Sragi Tahun Pelajaran 2013/2014

Firliana Rosa Damayanti, peraih nilai UN tertinggi SMP 1 Sragi

Firliana Rosa Damayanti, peraih nilai UN tertinggi SMP 1 Sragi

Pengumuman hasil UN SMP sudah dilakukan beberapa waktu lalu. Bagi SMP 1 Sragi, hasil itu cukup menggembirakan di tingkat kabupaten. Selain secara peringkat sekolah yang naik dibanding tahun lalu, dua siswanya juga masuk sebagai 10 lulusan terbaik tingkat Kabupaten. Keduanya adalah Firliana Rosa Damayanti dan Muhammad Fadlan (baca juga Hasil UN 2014: SMP 1 Sragi Lulus 100%). Kabar terakhir, keduanya juga melanjutkan sekolah di tempat yang sama, yakni di SMA 1 Pekalongan.

Dua orang kontributor blog, Hasnah Irbah Ramadhani dan Shifaul Rohmah (siswi kelas VIII yang baru saja naik ke kelas IX) berusaha mengungkap keberhasilan yang diraih Firliana. Berikut petikannya.

Hasna : Assalamu’alaikum Wr. Wb. Perkenalkan, saya Hasna Irbah Ramadhani bersama dengan rekan saya, Shifaul Rohmah diberi tugas oleh Bapak Zulmasri untuk mewawancarai Mbak Firli sebagai peroleh peringkat 1 UN tahun 2013/2014 di SMP 1 Sragi. Bisa kita mulai sekarang wawancaranya?
Mbak Firli : Wa’alaikumsalam Wr. Wb. Iya, bisa.
Hasna : Bagaimana kabarnya Mbak?
Mbak Firli : Alhamdulillah, baik. Kamu sendiri gimana?
Hasna : Alhamdulillah, baik juga.
Shifa : Sesuai dengan tema kita mengenai nilai tertinggi UN di SMP 1 Sragi, berapa jumlah nilai UN murni Mbak Firli?
Mbak Firli : Jumlah UN murni saya 37, 80.
Hasna : Nilai yang bagus! Apa pernah terbayang sebelumnya jika di UN ini Mbak bisa mendapat peringkat 1 dari 300-san siswa SMP 1 Sragi?
Mbak Firli : Gak pernah sama sekali, karena pada mata pelajaran tertentu ada beberapa soal yang saya tidak mengerti dan tidak tercantum jawaban dari soal tersebut pada lembar soal.
Shifa : Ok. Menurut Mbak, nilai UN yang Mbak peroleh ini sudah memuaskan/sesuai dengan yang diharapkan Mbak?
Mbak Firli : Belum, karena masih jauh dari target yang saya inginkan.
Shifa : Memang target Mbak berapa?
Mbak Firli : Sekitar 38 atau 39. Memang terlalu tinggi sih dengan kemampuan saya, tapi saya tetap bersyukur dengan nilai yang saya peroleh sekarang.
Hasna : Betul sekali. Apapun hasilnya itu tetap yang terbaik. Pertanyaan selanjutnya, sejauh ini banyak anak yang menganggap UN sebagai sesuatu yang menakutkan hingga mereka yang biasanya mendapat peringkat 5 besar, bisa turun drastis di saat UN. Faktor utamanya adalah mereka gugup dalam belajar yang merupakan dampak dari ketakutan akan UN tersebut, nah bagaimana sih cara Mbak belajar dalam menghadapi UN?
Mbak Firli : Pertama kita harus optimis dalam menghadapinya, kemudian kita serahkan semuanya kepada Allah setelah kita belajar dengan giat. Cara belajar untuk UN ya, dengan sering latihan soal-soal dan sebagai penambahan pengetahuan biasanya banyak membaca dari berbagai sumber.
Hasna : Apa tips-tips Mbak saat mengerjakan soal-soal UN?
Mbak Firli : Mengerjakan dengan tenang dan teliti sesuai dengan prosedur yang telah diajarkan Bapak/Ibu guru kepada saya.
Shifa : Apakah Mbak pernah merasa bosan/jenuh dalam belajar terutama saat menjelang UN? Lalu bagaimana cara Mbak menghilangkan rasa bosan dan jenuh tersebut?
Mbak Firli : Semua anak saya kira merasakan begitu. Tapi walaupun bosan tetap harus banyak belajar, terkadang dengan belajar sembari refreshing ataupun belajar kelompok agar tidak jenuh.
Hasna : Mbak menganggap UN itu seperti apa? Bagaikan musuh yang harus dilawan atau ditakuti?
Mbak Firli : Tentunya seperti musuh yang harus dilawan, apabila ada soal yang belum saya pecahkan, saya belum bisa tidur dan apabila itu benar-benar sulit, baru saya tanyakan kepada Bapak/Ibu guru.
Shifa : Siapa yang selalu mendukung dan memotivasi penuh selama ini, terutama disaat menjelang UN?
Mbak Firli : Orang tua dan Bapak/Ibu guru.
Shifa : Seberapa pentingnya sebuah motivasi bagi Mbak?
Mbak Firli : Sangat penting. Karena jika kita tidak termotivasi oleh sesuatu hal, kita tidak akan bersemangat
Hasna : Setelah lulus dari SMP, Mbak mau melanjutkan ke mana?
Mbak Firli : SMA 1 Pekalongan.
Shifa : Apa cita-cita yang diimpikan Mbak dari kecil hingga sekarang?
Mbak Firli : Menjadi dokter.
Hasna : Amiin, semoga tercapai. Sudah sekian banyak pertanyaan dari kami, tapi sebelum kita akhiri sesi wawancara ini, adakah pesan atau motivasi untuk adik kelas dan para pembaca?
Mbak Firli : Ada. Jangan menyerah untuk berusaha, dan terus berdoa.
Shifaul : Ok, sekian dan terima kasih atas waktunya, Mbak. Maaf sudah mengganggu kesibukan Mbak Firli. Semoga apa yang diharapkan bisa terkabul. Amiin. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Mbak Firli : Sama-sama. Wa’alaikumsalam Wr. Wb.

Mendapat ucapan selamat dari Kepala Sekolah, sekaligus penghargaan dari sekolah

Mendapat ucapan selamat dari Kepala Sekolah, sekaligus menerima penghargaan dari sekolah

Biodata Singkat
Nama : Firliana Rosa Damayanti
TTL : Pekalongan, 16 Juni 1999
Umur : 15 tahun
Alamat : Desa Gebangkerep, Kec. Sragi, Kab. Pekalongan
Agama : Islam
Nama Ortu :
• Nama Ayah = Slamet Imam S.
• Nama Ibu = Sri Miyanti
Anak ke : 1 dari 3 bersaudara.
Motto Hiudp : ”Jangan takut untuk mencoba hal baru. Dan tetap menjadi yang terbaik”

Kelas Mata Pelajaran di SMP 1 Sragi

Ada yang berbeda di SMP 1 Sragi terkait dengan pembelajaran siswa kelas IX sejak tanggal 13 April lalu. Para siswa yang biasanya dikelompokkan berdasarkan kelasnya, kali ini dikelompokkan berdasarkan mata pelajaran. Dalam satu hari misalnya, seorang siswa bisa saja menempati 2 kelas berbeda dan mata pelajaran berbeda pula. Pada jam pertama mungkin ia berada di ruang I mata pelajaran IPA dan pada jam kedua menempati ruang V dengan pelajaran Matematika, atau mata pelajaran lainnya.

Pengelompokkan ini didasarkan pada hasil try out IV yang telah dilakukan pada 9-12 April 2012 lalu. Hasil per mata pelajarannya dibuat peringkat dan siswa pun dikelompokkan berdasarkan peringkat tersebut. Akan tetapi, setiap harinya pengelompokkan ini tidaklah ajeg, melainkan dirombak sesuai dengan kebutuhan mata pelajaran, ruangan, dan guru pengajar.

Secara umum hasil try out ke-4 tidak berbeda jauh dengan try out sebelumnya, meski ada beberapa peningkatan. Pengelompokkan siswa sebagai bagian dari pemadatan pembelajaran ini akan berakhir dalam minggu ini, untuk kemudian siswa mengikuti kegiatan ujian nasional (UN) 23-26 April nanti.

Hasil try out IV bisa dilihat di sini

Takdir Hidupku

Oleh Ema Artarini
        Sebuah bacaan yang pertama kali aku tulis untuk ku bagikan kepada pembaca. Cerita tentang aku dan keluargaku. Dan aku harap setelah membacanya Anda tidak akan pernah menyalahkan takdir dalam hidup ini. Amin.
        Ema Artarini, itulah namaku. Seorang anak perempuan ke-2 dari 4 bersaudara, lahir 11 Januari 1997 di Pekalongan. Dalam keluarga, aku adalah anak perempuan satu-satunya. Bisa dibilang sebuah kemalangan dalam hidup, itulah pemikiranku saat  berusia 11 tahun. Menapa aku berpikiran seperti itu ? Semua karena aku dituntut bersikap baik, lemah lembut, mengalah, dan menjadi contoh yang baik dalam masyarakat, apalagi terlahir sebagai anak seorang guru. Siapa yang menuntutku untuk berbuat itu semua ? Itu  karena takdirku memang seperti itu. Aku tidak bisa berbuat semauku, aku juga bisa tidak menjalani  semua semauku, karena aku masih menghargai orang tua, masih menjaga nama baik keluarga. Ya bertahun-tahun aku jalani hidup seperti itu.
       Saat berumur 12 tahun, aku merasa inilah awal masa-masa aku tidak merasakan kasih sayang kedua orang tua. Dalam renungan malam-malamku, aku selalu berpikir, mengapa aku terlahir menjadi anak kedua orang tuaku ? Mengapa aku tidak bisa seperti teman-teman seusiaku?  Mengapa ketika pembagian rapor kelas 6 SD, orang tua teman-temanku datang untuk mengambil rapor, tapi orang tuaku tidak sempat? Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri.  Ya aku tahu, bahwa mereka juga sedang menjalankan tugas, yang kebetulan sebagai guru juga membagikan rapor kepada murid-muridnya.

        Lebih lanjut baca di sini