SMP N 1 Sragi Kab. Pekalongan

Beranda » Cerita

Category Archives: Cerita

Iklan

poem by Mary B Mackin

After a while you learn the subtle of difference between holding a hand and changing a soul
And you learn that love doesn’t meant leaning
And company doesn’t mean security
And you begin to learn that kisses arent contracts
And presents arent promisses
And you begin to accept your defeats
With your head up and your eyes open
With the grace of maturity not the grief of a child
And you learn to build all your roads on today
Because tomorrow’s ground is too uncertain for plans
And futures have a falling down in mid-flight
After a while you learn that even sunshine burns if you get too much
so play in your own garden and decorate your own soul
instead of waiting for someone to bring you flowers
and you learn that you really can endure that you really are strong
and you really do have worth
and you learn and you learn with every good-bye you learn
Iklan

Takdir Hidupku

Oleh Ema Artarini
        Sebuah bacaan yang pertama kali aku tulis untuk ku bagikan kepada pembaca. Cerita tentang aku dan keluargaku. Dan aku harap setelah membacanya Anda tidak akan pernah menyalahkan takdir dalam hidup ini. Amin.
        Ema Artarini, itulah namaku. Seorang anak perempuan ke-2 dari 4 bersaudara, lahir 11 Januari 1997 di Pekalongan. Dalam keluarga, aku adalah anak perempuan satu-satunya. Bisa dibilang sebuah kemalangan dalam hidup, itulah pemikiranku saat  berusia 11 tahun. Menapa aku berpikiran seperti itu ? Semua karena aku dituntut bersikap baik, lemah lembut, mengalah, dan menjadi contoh yang baik dalam masyarakat, apalagi terlahir sebagai anak seorang guru. Siapa yang menuntutku untuk berbuat itu semua ? Itu  karena takdirku memang seperti itu. Aku tidak bisa berbuat semauku, aku juga bisa tidak menjalani  semua semauku, karena aku masih menghargai orang tua, masih menjaga nama baik keluarga. Ya bertahun-tahun aku jalani hidup seperti itu.
       Saat berumur 12 tahun, aku merasa inilah awal masa-masa aku tidak merasakan kasih sayang kedua orang tua. Dalam renungan malam-malamku, aku selalu berpikir, mengapa aku terlahir menjadi anak kedua orang tuaku ? Mengapa aku tidak bisa seperti teman-teman seusiaku?  Mengapa ketika pembagian rapor kelas 6 SD, orang tua teman-temanku datang untuk mengambil rapor, tapi orang tuaku tidak sempat? Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri-sendiri.  Ya aku tahu, bahwa mereka juga sedang menjalankan tugas, yang kebetulan sebagai guru juga membagikan rapor kepada murid-muridnya.

        Lebih lanjut baca di sini